

FOMO Adalah Musuh Diam-Diam, Ini Arti, Ciri, dan Solusinya
By Tim Blog Amartha - 31 Aug 2025 - 3 min membaca
Pernah merasa gelisah saat melihat teman-teman posting liburan, beli barang baru, atau ikut tren terbaru di media sosial? Hati-hati, bisa jadi kamu sedang terkena FOMO alias Fear of Missing Out. FOMO adalah salah satu kondisi yang sering dialami banyak orang.
Tanpa disadari, FOMO bisa mengganggu keputusan, keuangan, bahkan kesehatan mentalmu. Yuk, kenali lebih dalam apa itu FOMO, ciri-cirinya, dan cara mengatasinya agar kamu bisa hidup lebih tenang dan bijak di era serba digital ini. Baca sampai habis, ya!
Arti FOMO dan Kenali Cirinya
FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu perasaan cemas atau takut tertinggal terhadap sesuatu yang dilakukan orang lain.
Fenomena ini sering kali muncul ketika kamu melihat orang lain di media sosial melakukan sesuatu yang terlihat seru, sukses, atau menarik, sementara kamu merasa tidak ikut ambil bagian.
Dalam konteks gaya hidup modern, FOMO adalah hal yang seringkali tidak disadari tapi sangat mempengaruhi keputusan, terutama dalam hal belanja, gaya hidup, hingga pergaulan.
Tak jarang, seseorang merasa harus selalu "ikut-ikutan" hanya karena takut dianggap ketinggalan zaman atau kurang update.
Tanda-Tanda Kamu Mengalami FOMO
Kamu mungkin tidak menyadari bahwa sedang mengalami tanda-tanda FOMO. Namun, berikut beberapa ciri umum yang bisa kamu kenali:
1. Sering merasa gelisah saat tidak membuka media sosial
Salah satu gejala FOMO adalah kamu takut melewatkan informasi penting, promo terbaru, atau update dari teman.
2. Merasa harus ikut tren meski tidak dibutuhkan
Misalnya, membeli gadget baru hanya karena semua temanmu sudah memilikinya.
3. Kesulitan menikmati momen saat ini karena sibuk membandingkan diri
Kamu lebih fokus pada pencapaian orang lain daripada bersyukur atas apa yang sudah kamu miliki.
4. Mengambil keputusan terburu-buru karena tekanan lingkungan
Ciri selanjutnya dari FOMO adalah mengambil keputusan terburu-buru. Misalnya, tergesa-gesa membeli tiket konser, promo flash sale, atau ikut event hanya karena "semua orang ikut".
5. Cemas jika tidak bisa ikut acara atau promosi tertentu
Kamu merasa "gagal" atau "tidak gaul" hanya karena tidak ikut dalam tren yang sedang berlangsung.
Dampak Negatif FOMO dalam Kehidupan Sehari-Hari
Jika dibiarkan, FOMO bisa menimbulkan berbagai dampak negatif, baik secara mental, sosial, maupun finansial. Berikut beberapa di antaranya:
1. Kesehatan Mental Menurun
FOMO adalah salah satu pemicu stres, kecemasan, dan bahkan depresi ringan karena kamu merasa selalu tertinggal dibandingkan orang lain. Terus-menerus membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain di media sosial hanya akan memperburuk kondisi psikologismu.
2. Ketidakpuasan Hidup
Karena fokusmu lebih banyak pada pencapaian orang lain, kamu jadi sulit menghargai prosesmu sendiri. Akhirnya, kamu merasa hidupmu selalu kurang, meski sebenarnya sudah cukup baik.
3. Konsumsi Berlebihan
Ini yang paling sering terjadi. Kamu membeli sesuatu bukan karena butuh, tapi karena takut ketinggalan tren. Misalnya, tergoda flash sale padahal barangnya tidak kamu perlukan. Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan kamu boros dan terjebak gaya hidup konsumtif.
4. Hubungan Sosial Tidak Sehat
FOMO adalah kondisi yang membuat kamu menjalin pertemanan yang tidak tulus, hanya demi terlihat "eksis". Bahkan, bisa saja kamu ikut nongkrong atau hangout hanya untuk konten, bukan karena benar-benar ingin bersosialisasi.
Contoh FOMO yang Sering Terjadi
Agar kamu lebih peka, kamu perlu memahami beberapa contoh sederhana dari FOMO yang mungkin pernah kamu alami. Contoh FOMO adalah sebagai berikut:
1. Melihat teman posting makan di restoran baru, kamu langsung booking padahal belum tentu suka makanannya.
2. Tergoda belanja online saat ada notifikasi “hanya hari ini!” meskipun dompet sudah menipis.
3. Merasa bersalah karena tidak ikut liburan bersama teman-teman padahal kamu sedang perlu istirahat di rumah.
4. Membeli skincare atau baju yang viral di TikTok tanpa riset terlebih dahulu.
FOMO dan Belanja Online: Kombinasi yang Berbahaya
Di era digital seperti sekarang, FOMO adalah hal yang sangat berkaitan dengan perilaku belanja online. Promo flash sale, gratis ongkir, limited edition, dan fitur "check out sebelum habis" seringkali memicu kamu untuk membeli barang secara impulsif.
Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa dorongan membeli tersebut bukan karena kebutuhan, melainkan karena rasa takut tertinggal.
Belum lagi jika kamu merasa bangga karena "ikut tren", padahal sebenarnya sedang digiring oleh algoritma dan strategi marketing. Jika hal ini terus terjadi, kamu bisa kehilangan kontrol terhadap keuanganmu sendiri.
Cara Mengatasi FOMO secara Bijak
FOMO adalah hal yang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tapi kamu bisa mengelolanya agar tidak merugikan diri sendiri. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan:
1. Sadari dan Akui Perasaanmu
Langkah pertama yang paling penting dalam menghadapi FOMO adalah menyadari dan mengakui bahwa kamu sedang mengalaminya.
Banyak orang merasa terpengaruh oleh tren, promo, atau kehidupan orang lain di media sosial, tapi tidak menyadari bahwa dorongan itu berasal dari rasa takut tertinggal.
Cobalah luangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi, apakah keputusan yang kamu buat berasal dari kebutuhan pribadi, atau hanya karena tekanan sosial? Dengan mengenali akar perasaan tersebut, kamu akan lebih bisa mengontrol keputusanmu.
Ingat, tidak semua hal harus kamu ikuti. Dengan kesadaran penuh, kamu bisa mulai memilah mana yang benar-benar penting dan mana yang hanya sekadar dorongan sesaat.
2. Batasi Waktu Media Sosial
Kamu tidak perlu memantau semua tren setiap waktu. Atur waktu bermain media sosial, misalnya hanya 1-2 jam per hari. Kamu juga bisa melakukan detox media sosial untuk beberapa hari.
3. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Cara mengatasi FOMO adalah prioritaskan kebutuhan kita. Sebelum membeli sesuatu, tanya pada dirimu: “Apakah aku benar-benar butuh ini?” Jika tidak, jangan tergoda hanya karena ada promo.
4. Fokus pada Diri Sendiri
Ingat bahwa setiap orang punya jalan hidup masing-masing. Fokus pada tujuanmu, bukan pencapaian orang lain. Belajar bersyukur akan membantu kamu merasa cukup dan bahagia.
5. Bangun Pola Belanja yang Sehat
Cara selanjutnya atasi FOMO adalah catat pengeluaran, buat anggaran bulanan, dan biasakan belanja dengan pertimbangan matang. Jangan sampai kamu menyesal hanya karena membeli barang yang ternyata tidak kamu perlukan.
Alternatif Cerdas: Belanja & Investasi Tanpa FOMO
Daripada terjebak belanja impulsif yang bikin kamu menyesal di akhir bulan, mengapa tidak coba mengelola uangmu dengan lebih bijak?
Sekarang, kamu bisa mencoba aplikasi AmarthaFin, aplikasi pintar yang tidak hanya menawarkan banyak promo belanja, tapi juga memungkinkan kamu untuk beli dan bayar lebih murah.
Kamu juga bisa jadi agen AmarthaLink, artinya kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara yang mudah dan fleksibel. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memberikan akses ke produk investasi, cocok banget buat kamu yang ingin mulai menumbuhkan uang sejak dini.
Keuntungan pakai aplikasi AmarthaFin:
- Belanja hemat dengan promo menarik
- Bisa bayar lebih murah dan cicilan ringan
- Peluang jadi agen AmarthaLink
- Akses investasi ke pengusaha mikro untuk pemula
- Semua dalam satu aplikasi yang praktis dan terpercaya
Saatnya Kelola Keuangan Lebih Bijak dengan AmarthaFin
Jangan biarkan dirimu terjebak kecanduan belanja online yang tak perlu hanya karena FOMO. Sebaliknya, gunakan waktumu dan kelola keuanganmu untuk hal yang lebih bermanfaat. Dengan AmarthaFin, kamu bisa membeli dan membayar kebutuhan digital lebih murah, banyak promo, bahkan berkesempatan menjadi Agen AmarthaLink untuk menambah penghasilan.
Tak hanya itu, kamu juga bisa mulai berinvestasi melalui Amartha Prosper, membangun masa depan finansial yang sehat sekaligus berkontribusi pada pemberdayaan UMKM perempuan di Indonesia.
Di dalam Amartha Prosper tersedia dua pilihan investasi sesuai kebutuhanmu:
- Celengan, investasi fleksibel mulai dari Rp10.000 dengan tenor singkat dan imbal hasil hingga 8% per tahun, cocok untuk tujuan finansial sehari-hari.
- Grassroots Growth Fund (GGF), investasi premium dengan imbal hasil lebih tinggi hingga 10–11% per tahun, mendapat layanan eksklusif Relationship Manager, dan bonus spesial untuk membangun legasi jangka panjang.
Dengan Amartha Prosper, kamu bebas memilih cara berinvestasi, mulai dari yang ringan dan fleksibel, hingga yang eksklusif dengan imbal hasil lebih tinggi.
Download aplikasi AmarthaFin sekarang dan mulailah langkah bijakmu hari ini!
Artikel Terbaru
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Ada pertanyaan seputar artikel di blog Amartha? atau ingin mengirimkan artikel terbaik kamu untuk di publish di blog Amartha?
Hubungi Kami SEKARANG
